Suatu Saat Saya Melintasi Jerambah Kampung Ulu Muntok Dengan Mengendarai Sepeda Motor.
Saya Kembali Teringat akan Masa yang Telah Lalu atau Masa Saat Saat Saya Masih Bersekolah Dengan Seragam Putih Hijau (Saat itu Saya Sekolah di SD Muhammadiyah Muntok) yang Memang Seragamnya Putih Hijau.
Baiklah Saya akan Sedikit Menjelaskan Kata Jerambah (Disini Saya Memakai Kata Jerambah Bukan Jembatan) Karena Dulu yang Selalu Didengar Adalah Kata Jerambah.
Menurut KBBI Kata Jerambah Mempunyai Arti, je·ram·bah n lantai yang agak tinggi yang bersambung dengan rumah, tetapi tidak beratap (tempat mencuci piring, menjemur pakaian, dan sebagainya);.
Saya Tidak Begitu Memahaminya Arti Jerambah di KBBI Dengan Kata Jerambah Kampung Ulu.
Tetapi Menurut Saya Jerambah Kampung Ulu Adalah Jembatan Kecil Lebar 2 Meter dan Panjang 10 Meter yang Menyambungkan Kedua Sisi Sungai Kampung Ulu (Sungai yang Membelah Membagi Dua Kota Muntok di Bagian Pasar, Sungai Daeng, dan Kampung Baru).
Sungai Kampung Ulu Dulu Airnya Sangat Jernih dan Bersih Bahkan Pasir Dasar Sungai Kelihatan, Ibu Ibu Sekitar Kawasan Kampung Ulu Juga Mencuci Pakaian di Pinggir Sungai.
Bahkan Tidak Jarang Bila Saya dan Teman Teman Pulang Sekolah Kami Menyempatkan Diri Bermain Air Sungai yang Sejuk dan Jernih.
Baiklah Kita Tidak Perlu Dipusingkan Dengan Kata Jerambah, yang Pastinya Jerambah Kampung Ulu Muntok Adalah Jerambah Kenangan Waktu Saya Kecil.
Kita Kembali ke Tema Awal Jerambah Kenangan, Saat Saya Sekolah Dasar Dulu Saya Selalu Menyusuri Jerambah Ulu Untuk Pergi Menuju Sekolah SD Muhammadiyah Muntok .
Bahkan di Saat Saya Sudah Berseragam Putih Biru (SMP) Maksudnya, Saya Masih Tetap Melintasi Jerambah Tersebut.
Saya Dulu Sekolah SMP Negeri 1 Muntok.
Mengapa Saya Harus Melintasi Jerambah Kampung Ulu Tersebut, Karena itulah Jalan Pintas yang Harus Saya Lewati untuk Mempersingkat Jarak Tempuh ke Sekolah.
Dari Rumah Tinggal Saya di Kampung Tanjung (Dulu Saya Bersama Keluarga Tinggal di Kampung Tanjung, Kampung Tanjung Dulunya Dinamakan Kampung Jiran Siantan) Saya akan Berjalan Kaki Melewati Kawasan Pasar Terminal Lama Muntok Kemudian Melintas di Halaman Masjid Jamik, Barulah Kemudian Menyusuri Jerambah Kampung Ulu (Kampung Ulu Dulunya Dinamakan Kampung Pemohon). Dari Jerambah Kampung Ulu Saya Melanjutkan Kembali Perjalanan Ke Sekolah Dengan Melewati Jalan Setapak Tanjakan yang Berbatu Batu Menuju Halaman Rumah Panggung Seorang Kakek Tua (Lupa Namanya) dan di Halaman Rumahnya ada Pohon Kedondong yang Berbuah Lebat.
Kemudian Saya Keluar Jalan Aspal yang Dulu Dinamakan Jalan Tebing Pos (Karena Memang Jalan Tersebut Menuju Kantor Pos Muntok).
Melewati Kantor Pos Barulah Saya Akan Tiba di Sekolah SD Muhammadiyah.
Jadi Selama Bertahun Tahun Saya Selalu Melewati Jerambah Kampung Ulu Tersebut.
Itulah Mengapa Saya Memberi Judul Jerambah Kampung Ulu Jerambah Kenangan.
Oke, Kita Kembali Lagi ke Jerambah Kampung Ulu.
Jerambah Kampung Ulu Menggunakan Kontruksi Besi Sebagai Rangkanya dan Papan Tebal Sebagai Alasnya
Kalau Dulu Setiap Sepeda Kayuh atau Sepeda Motor Melewatinya Pasti akan Terdengar Suara Gladak Gluduk dikarenakan Papan Papan Tebal Alasnya Bergoyang dan Saling Bersentuhan Serta Tertekan ke Kerangka Besinya. Dan juga Kemungkinan Paku Pakunya Sudah Kendor Semua.
Tetapi Suara Suara Tersebutlah yang Membuat Warga Kampung Ulu Selalu Siaga di Malam Hari, dikarenakan Suara itu Menandakan Bahwa Ada Orang yang Masuk di Kawasan Mereka.
Saya Sendiri Tidak Tahu Persis Berapa Umur Jerambah Ulu tersebut dan Kapan di Bangun, Karena Saya Tidak Mencari Referensi Ke Siapapun.
Oh ya.. Sedikit Menambahkan, Kalau Dulu Pergi ke Sekolah Dengan Berjalan Kaki Tidak Seperti Sekarang yang Diantar Jemput Dengan Kendaraan.
"Jerambah Kampung Ulu Jerambah Kenangan"
Muntok, 12.01.2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar