Senin, 17 Juli 2023

Ada Apa Dengan Angka 8, si Angka Unik

Penulis. BAMBANG PRAYUDI
          

8 (Delapan) ya.. Angka 8 adalah Angka Unik satu satunya di Bilangan dari 0 sampai 9.

Seperti apa Keunikan Angka 8 ?  Baiklah, disini saya akan sedikit membahas Angka 8 yang mempunyai arti tersendiri untuk saya dan kebetulan saya juga berada di Nomor Urut 8 sebagai caleg dari Partai Demokrat Dapil I Kec. Mentok  di Tanggal 14 Februari 2024 nanti.
          

Angka 8 itu Ajaib, Tanpa Tahu Ujung Pangkalnya Angka 8 Memiliki Fakta Unik.
8 Mata Angin. Hanya ada 8 Arah Mata Angin yang Berlaku Universal, yang Terdiri dari Utara,Selatan, Barat, Timur, Tenggara, Timur laut, Barat daya, Barat laut.

Surga Allah juga Mempunyai 8 Pintu yang
Satu per-Satunya dikhususkan Untuk 
Golongan tertentu.

Pertama Ar-Rayyan untuk orang-orang yang berpuasa. 

Kedua As-Shadaqah untuk orang-orang yang gemar bersedekah.

Ketiga As-Shalat untuk orang-orang yang disiplin dan rutin menjalankan sholat wajib dan sunnah.

Keempat Al-Jihad untuk orang-orang yang ikhlas dalam berjihad dalam jalan Allah.

Kelima Ad-Dzikr untuk orang-orang yang ahli berdzikir.

Keenam Al-Ayman untuk orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.

Ketujuh Al-Kaadziminal Ghaidz untuk orang-orang yang dapat mengendalikan amarahnya.

Kedelapan Babul Walid untuk orang-orang yang berbakti kepada orang tuanya.

Angka 8 adalah dasar sistem bilangan okta yang sangat terkait dengan komputer.

itulah Beberapa Contoh Keunikan Angka 8, dan masih Banyak Lagi yang Apabila Saya Tulis disini akan Sangat Panjang.

Dan Jangan Lupa !! 

Tanggal 14 Februari 2024 Datang ke TPS untuk Mencoblos Partai Demokrat  No. 8. BAMBANG PRAYUDI  Dapil I Mentok.

Jumat, 30 Juni 2023

Dibalik Cerita Pelabuhan Tanjung Ular Mentok

Penulis. BAMBANG PRAYUDI (Yudi Kato).        Calon Anggota Legislatif Bangka Barat Dapil I Mentok Dari Partai DEMOKRAT

Saat Saya Menjelaskan Maket Rencana Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular  Mentok Tahun 2017



Di Dalam Tulisan ini Saya BAMBANG PRAYUDI (YUDI KATO) akan Sedikit Bercerita Bagaimana Proses Panjang Pelabuhan Tanjung Ular Mentok Sehingga Bisa Terealisasi Seperti Sekarang.

Walaupun Saya Bukan Siapa Siapa, Setidaknya Saya Pernah Terlibat di Dalam Proses Panjang Tersebut. Dan Saya Sangat Bahagia Akhirnya Kabupaten Bangka Barat Memiliki Pelabuhan Besar. Walaupun Orang Tidak Mengetahui Keterlibatan Saya, Tapi Saya Bersyukur Setidaknya Saya Pernah ikut Membantu Untuk Kemajuan Bangka Barat.

Berawal di Tahun 2013 Saat Bangka Barat Di Pimpin Bupati Ust. Zuhri, Pemerintah Pusat Merencanakan Daerah Tanjung Ular Mentok Bangka Barat untuk DiBangun Pelabuhan Sebagai Pendukung Program Tol Laut di Tahun 2015.

Bupati Bangka Barat Ust. Zuhri Pada Saat itu Menanggapi Sangat Positif Dengan Rencana Tersebut, Dan Beliau Antusias Berharap akan Terbangunnya Pelabuhan Tanjung Ular. Dan Waktu itu SID (Studi Survey Investigasi dan Desain) Pelabuhan Sudah Terlaksana.

Tetapi Entah Mengapa Setelah Sekian Tahun Kabar Program Pemerintah Tersebut Hilang Tanpa Ada Kejelasan.

Sehingga Bergantilah Kepemimpinan Bangka Barat ke Bupati Alm. Parhan Ali Pada Tahun 2016 Dengan Slogan BANGKA BARAT HEBAT 2021. Seiring Berjalannya Waktu, Datanglah Seorang PNS Bangka Barat yang Membidangi  Rencana Program Pelabuhan Tanjung Ular Menemui Saya. Dan Memaparkan Tentang Pelabuhan Tanjung Ular Serta Progresnya Setelah Vakum Sekian Lama.

PNS yang Mempunyai Jabatan Kabid Tersebut Sangat Optimis Bahwa Pelabuhan Tanjung Ular Bisa Di Realisasikan, walaupun Banyak Orang dilingkungan Kerjanya Pesimis Karena ini Adalah Pekerjaan Besar yang Akan Melewati Perjalanan Panjang. Dan PNS Tersebut Sangat Berharap Saya Dapat Menyampaikan Dan Berkomunikasi Kepada Bupati Alm. Parhan Ali, Agar Program Pemerintah Pusat tersebut Dapat ditindaklanjuti.

Akhirnya Saya Memberanikan Diri untuk Bertemu dan Berdiskusi Bersama Bupati Alm. Parhan Ali, Singkat Cerita Bertemulah Saya Bupati Alm. Parhan Ali di Ruangan Kerjanya Saat waktu Sudah Petang. Karena Saya Pikir Beliau Sudah Selesai Jam Aktivitasnya.

Pada Saat Bertemu Beliau Langsung Bertanya Ada Keperluan Apa, Saya Bilang Hanya Mau Berdiskusi. Dan Saya Bertanya Tentang Slogan Bangka Barat Hebat 2021, Apa Kira Kira yang Akan Membuat Bangka Barat Hebat di Tahun 2021. Beliau Sempat Tersenyum dan Balik Bertanya, Kalau Menurut Yudi (Sapaan Beliau Memanggil Saya) Apa?

Lalu Saya Mengeluarkan Beberapa Lembar Kertas Dokumen yang isinya Rencana Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Serta Progresnya. Saya pun Melanjutkan Penjelasan Sehingga Sampai Sekarang Tidak Ada Lagi Kelanjutan Cerita Tanjung Ular tersebut.


Beliau Langsung Menatap Saya dan Bertanya, Yudi Dapat Berkas ini Darimana. Saya Bilang Dari Pegawai Dinas Perhubungan. Bupati Alm. Parhan Ali Tertarik untuk Mendengarkan Lebih Lanjut Penjelasan Saya. Dan Saya Meminta ijin Serta Waktu Sebentar untuk Menghubungi PNS Dinas Perhubungan dan Memintanya Datang ke Ruangan Bupati untuk Membawa Laptop serta Berkas Berkas lainnya.

Bupati Alm. Parhan Ali Langsung Melihat Arlojinya, Beliau Mengatakan ini sudah Mau Maghrib. Tapi Saya Bersikeras Meminta Waktu 30 Menit saja. Beliau pun Mengijinkan dan Akan Sholat Maghrib di Ruangan Kerjanya.

Singkat Cerita Datanglah PNS Tersebut Dengan Tergesa-gesa Dengan Wajah agak Pucat karena Tidak Menyangka Akan Segera dipanggil untuk Memaparkan Pelabuhan Tanjung Ular.

Di Ruangan Bupati Hanya Kami Bertiga, Dan Saya pun Membantu PNS tersebut Mempersiapkan Laptopnya untuk disambungkan ke infocus agar Dapat Memaparkan Dengan Jelas 

Bupati Alm. Parhan Ali Langsung Meminta Saya Duduk di Sebelahnya untuk Dapat Mendengarkan Penjelasan PNS Tersebut. Setelah PNS Tersebut Selesai Menjelaskan, Bupati Bertanya ke Saya.. Yudi Paham yang dijelaskan itu. Saya Bilang Saya Paham Pak.

Kemudian Beliau Bertanya kepada PNS Tersebut, Apa Lagi yang Harus Dikerjakan. PNS Tersebut Mengatakan, Pelaksanaan Review SID, Pembebasan Lahan dan Penyusunan AMDAL.

Alm. Parhan Ali Bertanya Lagi, Apakah 2021 Bisa Selesai Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Tersebut Setelah Dukumen Dokumen Pendukungnya dilengkapi. PNS Tersebut Menjawab Bisa Pak, Dengan Membentuk Tim Percepatan.

Beliau Langsung Mengatakan Ya Sudah Laksanakan dan Fokuskan. Beliau Balik Menatap Saya dan Mengatakan, Yudi Bantu dan Fokus untuk ini. Saya Jawab Siap Pak. 

Singkat Cerita Mulailah Persiapan Persiapan Dokumen Pendukung Untuk ke Kementerian Perhubungan Laut dikejar, Seingat Saya Pertama kali Saya Bergerak Adalah Saya Menemui Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Menyerahkan Dokumen RIP (Rencana Induk Pelabuhan) yang Sudah Lama Tidak Diteruskan dan Harus ditandatangani oleh Gubernur Bangka Belitung. Pada saat itu Gubernur Babel dijabat oleh Bapak Rustam Effendi, dari Mulai Review SID, Pembebasan Lahan serta Penyusunan AMDAL Saya ikut Serta dan Terlibat. Sedangkan Tim Percepatan Saya Sendiri Tidak Mengetahuinya Siapa Siapa Saja dan Apa Kerjanya.

Sampai Akhirnya Bupati Alm. Parhan Ali Berkomunikasi Dengan Pak Ridwan Djamaluddin yang Waktu itu Menduduki Jabatan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Marves untuk Dapat Mendorong di Pusat agar Kegiatan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Dapat ditindaklanjuti.

Dan Secara Perlahan Saya Juga Menghilang dari Keterlibatan Tersebut karena Saya Sudah Tidak ada lagi korelasinya. Seiring Berjalan Waktu Bupati Bangka Barat Alm. Parhan Ali Meninggal Dunia dan Digantikan Oleh Wakilnya Markus.

Tidak Lama Setelah Markus Menjabat Bupati Bangka Barat, Beliau Memanggil Saya dan Bertanya Sudah Sampai Sejauh Mana Dokumen Pelabuhan Tanjung Ular. Karena Bupati Markus Juga Mengetahui Bahwa Saya ada Keterlibatan Dari Awal di Kegiatan Tersebut.

Dan Saya Menjelaskan Sebatas yang Sudah Saya Ketahui, Beliau Berkata Bahwa Kalau Ada Kendala Kendala Harus Segera diselesaikan. Bupati Markus Juga Berkomunikasi intens Dengan Pak Ridwan Djamaluddin untuk Dapat Terus Mendorong Pelabuhan Tanjung Ular agar Dapat dibangun.

Pak Ridwan Djamaluddin Sebagai Orang Mentok Asli juga Tidak Tinggal Diam, Beliau Terus Bergerak di Pusat Hingga Jabatannya Sebagai Dirjen Minerba.

Seiring Berjalannya Waktu Terealisasilah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular, Hingga Beroperasi Sekarang dan Sudah Ada Kapal Kapal yang Sandar. Semoga Dengan Adanya Pelabuhan Tanjung Ular di Kota Mentok ini Kabupaten Bangka Barat Dapat Lebih Maju dan Berkembang serta Dapat Memacu Roda Perekonomian.

itulah Sedikit Cerita yang Saya Alami dan ikut Terlibat, Walaupun Pada Akhirnya Saya Bukan Siapa Siapa. Tetapi Saya ingin Melihat Kota Mentok Bangka Barat ini Menjadi Maju dan Hebat.

BAMBANG PRAYUDI


Jumat, 07 April 2023

Mudik Karena Ingin Jadi Wakil Rakyat??

Penulis. BAMBANG PRAYUDI                     

              


Mentok, 7 April 2023

Tidak Terasa Puasa 2023 Sudah Berjalan Selama Dua Minggu, Walaupun Lebaran Idul Fitri Masih Lama Tetapi Ada Warga Yang Merantau Sudah Mulai Mudik ke Kampung Halaman.

Di Antara Mereka Yang Mudik Ada Juga Beberapa Sahabatku, Yang Aku Kenal Sebagai Perantauan Yang Sudah Sukses.

Saat Aku Berjalan Jalan Di Sore Hari Sambil Membeli Makanan Untuk Berbuka Puasa, Aku Bertemu Salah Satu Sahabat Yang Sudah Duluan Mudik Sebut Saja Namanya Bejo.

“Bejo Apa Kabarmu, Bagaimana Dengan Usahamu Di Kota Besar Sana?” Tanya Aku

“Alhamdulillah Lancar Bro..” Jawab Bejo singkat.

“Mudik untuk Lebaran ya? Dan Ada  Rencana Apa Selanjutnya?”

“Iya Bro Dan InsyaAllah Saya akan ikut nyaleg Bro.. Dukung dan Doain ya Bro”

“Pertimbangannya apa?” tanya Aku, Ingin Tahu Apa yang Ingin dicapai Bejo dengan Rencananya Nyaleg.

“Saya Ingin agar Daerah kita ini Maju Bro, Dengan jadi Bagian Dari Mereka yang Mengatur Lalu Lalang Kebijakan Pemerintahan, Saya Akan Lebih Banyak Berbuat untuk Kampung Kita ini Bro”

“Kamu Yakin dengan Rencana dan Pemikiran itu Jo?”

“Yakin… Bro” Jawab Bejo mantab.

“Aku Kok Berpikiran Beda Jo” Jawab Aku Santai

“Maksudnya?”

“Coba Kamu Liat Kimung, Tono dan Udin, Semua Mereka Menjadi Anggota Legislatif Atau Wakil Rakyat. Tetapi Apa Yang Berubah Dengan Kampung ini? Tetap sama, Tidak Ada Perubahan, Sejak Mereka Jadi Anggota Dewan Terhormat, Hingga Mereka Menyelesaikan Tugasnya. Semuanya Tetap Sama. Okelah, Mereka Bukan Dari Kampung ini, Mereka Dari Kampung Sebelah. Tapi Coba Kamu Lihat, Apa yang Sudah Berubah Pada Kampung Mereka. Tidak Ada Perubahan. Tetap sama. Kalaupun Ada Perubahan. Perubahan itu Terjadi Pada Pribadi Kimung, Pribadi Tono dan Pribadi Udin. Mereka Kini Jauh Lebih Kaya, Lebih Terhormat, Jauh Dari Masjid dan Jauh Dari Masyarakat yang Dulu Memilih Mereka. Padahal Ketika Belum Terpilih Dulu, Mereka Dekat Dengan Masyarakat, Dekat Dalam Artian Fisik Mereka dan Dekat Dalam Artian Rezeki yang Mereka Miliki. Tetapi Kini? Iya Seperti yang Aku sebutkan tadi Jo”

“Lalu… Menurut Kamu, Bagaimana Baiknya?”

“Ini Hanya Pandangan Aku Saja Jo, Kalau Keputusan Ada Di Tangan Kamu Sendiri Bejo. Kamu Berbeda dengan Mereka Jo, Secara Materi, Kamu Memiliki Harta yang Jauh diatas Mereka. Pendidikanmu Jauh diatas Mereka, Kamu Memiliki gelar S2, S3 Jadi Apa yang Kamu Cari Dengan Nyaleg? Kalo untuk Harta, Kamu Sudah Punya Segalanya, Kalau Untuk Gengsi Kamu Sekarang Memiliki Gengsi diatas Mereka, Bukan Hanya di Kampung ini, Tetapi Juga di Kota Sana, dimana Kamu Sekarang Tinggal. Kalo untuk Mengabdi Pada Masyarakat Kampung ini, Contoh Ketiga Orang Sebelumnya Sudah Cukup Bagimu Untuk Mengambil Pelajaran Jo.”

“Lalu..” Tanya Bejo

“Kenapa Kamu Gak Langsung Saja Pada Pointnya. Kamu Langsung Majukan Daerah ini Dengan Ilmu dan Hartamu. Kamu Bisa Ajarkan Pemuda-Pemuda Daerah ini Dengan Berbagai Ilmu yang Kamu Miliki, Misalnya Kamu Ajarkan Mereka ilmu Bangunan dan Tekhnik Sipil Atau ilmu Lainnya, Lalu Dengan ilmu yang Telah Kamu Tularkan, Pemuda-Pemuda itu Kamu Ajak Untuk Berkreasi Mandiri Dan Berinovasi Dari Modal yang Kamu Berikan .

“Lalu..” Tanya Bejo Lagi

“Kamu Bisa Ajarkan Kaum Perempuan Berbagai Kerajinan dan Usaha-Usaha Rumahan yang Selama ini Luput Dari Mereka Serta Kamu Bantu Mereka Untuk Market Nantinya. Dengan Tenaga Pengrajin yang Cukup Tersedia dan Pemuda-Pemuda Kampung Kita  yang Telah Melek Tekhnologi, Kamu Bisa Alihkan atau Buka Cabang Usahamu yang di Kota ke Daerah Kita. Daerah Kita ini Sarana dan Prasarana Lainnya Sudah Cukup Tersedia, Yang Jadi masalahnya, Kampung Kita ini Belum Ada Motivator, Sekaligus Mereka yang Mau Membimbing Step by Step Masyarakatnya. Aku Yakin Bejo, Semua itu Dapat Kamu Lakukan Tanpa Harus Menjadi Wakil Rakyat.”

“Lalu…” Bejo Bertanya Lagi

Lalu.. Aku Mau Pulang Dulu Jo, Karena Sebentar Lagi Waktu Berbuka Puasa Segera Tiba. Jawabku Sambil Berlalu Pergi Meninggalkan Bejo Dengan Dahi yang Berkerut Ha.. Ha.. Haaa...

Kamis, 16 Maret 2023

Sadis!! Pembunuhan Anak Bawah Umur di Bangka Barat

       

Sungguh Sadis Dan Keji Apa yang dilakukan oleh Seorang Laki Laki Berumur 17 Tahun (Saya Tidak Menyebutnya Sebagai Anak Laki Laki) karena Bagi Saya Laki Laki Berumur 17 Tahun sudah Tentu Bisa Berpikiran Mana yang Baik dan Buruk.

Dalam Waktu Satu Minggu ini Media Cetak, Online Maupun Medsos di Bangka Barat Maupun Bangka Belitung dipenuhi oleh Pemberitaan Penculikan dan Pembunuhan Bocah Perempuan Umur 8 Tahun. Saya Menilai ini adalah Pembunuhan dengan Cara yang Sadis dan Sangat Keji.

Penculikan dan Pembunuhan Tersebut dilakukan oleh Pelaku Laki Laki 17 Tahun Dengan Cara Mengikat Tangan dan Kaki Tangan Korban. Saat Korban Tidak Berdaya dipukuli Bahkan Sampai Menyayat Tubuh Korban Menggunakan Pisau Cutter.

Beberapa Hari Kemudian Pihak Kepolisian Polres Bangka Barat, Polda Bangka Belitung dan Bareskrim Polri Berhasil Mengungkap dan Menangkap Pelaku di Salah Satu Perumahan Perkebunan Sawit di Bangka Barat.

Saya Secara Pribadi Mengapresiasi Kerja Kepolisian yang Cepat Berhasil Menangkap Pelaku. Bravo Polri

Setelah Membaca Berita dan Mendapatkan Informasi dari Media Saya Mengetahui Ternyata Motif Dari Pembunuhan Tersebut Adalah Pelaku ingin Mendapatkan Uang Senilai 100 juta Dari Keluarga Korban.

Sekarang Pelaku Sudah ditahan di Polres Bangka Barat dan dilakukan Penyidikan Lebih Lanjut untuk Proses Hukum.

Saya Berharap Pelaku Mendapatkan Hukuman yang Setimpal atas Perbuatannya Menghilangkan Nyawa Bocah Perempuan yang Masih Polos dan Tidak Berdosa dengan Cara yang Kejam dan Sadis.

Saya Berpikir Bahwa Pihak Kepolisian juga Harus mengungkap Motif dari Keperluan Uang dari Pelaku sebesar 100 juta Tersebut untuk apa?

Kita Tunggu Bagaimana Keterangan dan Hasil Penyidikan Dari Pihak Kepolisian Selanjutnya.

Untuk Keluarga Korban Semoga Tabah dan ikhlas atas Kejadian yang Terjadi.

Semoga almarhum Hafiza ditempatkan di Surga oleh Allah SWT. Aamiin..


                                                Penulis.

                                                                Bambang Prayudi

*Dari Berbagai Sumber 

Rabu, 12 Januari 2022

Jerambah Kenangan Kampung Ulu

Penulis. Bambang Prayudi (Prayudi Kato)

Suatu Saat Saya Melintasi Jerambah Kampung Ulu Muntok Dengan Mengendarai Sepeda Motor.
       

Saya Kembali Teringat akan Masa yang Telah Lalu atau Masa Saat Saat Saya Masih Bersekolah Dengan Seragam Putih Hijau (Saat itu Saya Sekolah di SD Muhammadiyah Muntok) yang Memang Seragamnya Putih Hijau.

Baiklah Saya akan Sedikit Menjelaskan Kata Jerambah (Disini Saya Memakai Kata Jerambah Bukan Jembatan) Karena Dulu yang Selalu Didengar Adalah Kata Jerambah.
Menurut KBBI Kata Jerambah Mempunyai Arti, je·ram·bah n lantai yang agak tinggi yang bersambung dengan rumah, tetapi tidak beratap (tempat mencuci piring, menjemur pakaian, dan sebagainya);.

Saya Tidak Begitu Memahaminya Arti Jerambah di KBBI Dengan Kata Jerambah Kampung Ulu.
Tetapi Menurut Saya Jerambah Kampung Ulu Adalah Jembatan Kecil Lebar 2 Meter dan Panjang 10 Meter yang Menyambungkan Kedua Sisi Sungai Kampung Ulu (Sungai yang Membelah Membagi Dua Kota Muntok di Bagian Pasar, Sungai Daeng, dan Kampung Baru).
Sungai Kampung Ulu Dulu Airnya Sangat Jernih dan Bersih Bahkan Pasir Dasar Sungai Kelihatan, Ibu Ibu Sekitar Kawasan Kampung Ulu Juga Mencuci Pakaian di Pinggir Sungai.
Bahkan Tidak Jarang Bila Saya dan Teman Teman Pulang Sekolah Kami Menyempatkan Diri Bermain Air Sungai yang Sejuk dan Jernih.

Baiklah Kita Tidak Perlu Dipusingkan Dengan Kata Jerambah, yang Pastinya Jerambah Kampung Ulu Muntok Adalah Jerambah Kenangan Waktu Saya Kecil.
    


Kita Kembali ke Tema Awal Jerambah Kenangan, Saat Saya Sekolah Dasar Dulu Saya Selalu Menyusuri Jerambah Ulu Untuk Pergi Menuju Sekolah SD Muhammadiyah Muntok .
Bahkan di Saat Saya Sudah Berseragam Putih Biru (SMP) Maksudnya, Saya Masih Tetap Melintasi Jerambah Tersebut.
Saya Dulu Sekolah SMP Negeri 1 Muntok.

Mengapa Saya Harus Melintasi Jerambah Kampung Ulu Tersebut, Karena itulah Jalan Pintas yang Harus Saya Lewati untuk Mempersingkat Jarak Tempuh ke Sekolah.

Dari Rumah Tinggal Saya di Kampung Tanjung (Dulu Saya Bersama Keluarga Tinggal di Kampung Tanjung, Kampung Tanjung Dulunya Dinamakan Kampung Jiran Siantan) Saya akan Berjalan Kaki Melewati Kawasan Pasar Terminal Lama Muntok Kemudian Melintas di Halaman Masjid Jamik, Barulah Kemudian Menyusuri Jerambah Kampung Ulu (Kampung Ulu Dulunya Dinamakan Kampung Pemohon). Dari Jerambah Kampung Ulu Saya Melanjutkan Kembali Perjalanan Ke Sekolah Dengan Melewati Jalan Setapak Tanjakan yang Berbatu Batu Menuju Halaman Rumah Panggung Seorang Kakek Tua (Lupa Namanya) dan di Halaman Rumahnya ada Pohon Kedondong yang Berbuah Lebat.

Kemudian Saya Keluar Jalan Aspal yang Dulu Dinamakan Jalan Tebing Pos (Karena Memang Jalan Tersebut Menuju Kantor Pos Muntok).
Melewati Kantor Pos Barulah Saya Akan Tiba di Sekolah SD Muhammadiyah.
Jadi Selama Bertahun Tahun Saya Selalu Melewati Jerambah Kampung Ulu Tersebut.
Itulah Mengapa Saya Memberi Judul Jerambah Kampung Ulu Jerambah Kenangan.
    


Oke, Kita Kembali Lagi ke Jerambah Kampung Ulu.
Jerambah Kampung Ulu Menggunakan Kontruksi Besi Sebagai Rangkanya dan Papan Tebal Sebagai Alasnya 
Kalau Dulu Setiap Sepeda Kayuh atau Sepeda Motor Melewatinya Pasti akan Terdengar Suara Gladak Gluduk dikarenakan Papan Papan Tebal Alasnya Bergoyang dan Saling Bersentuhan Serta Tertekan ke Kerangka Besinya. Dan juga Kemungkinan Paku Pakunya Sudah Kendor Semua.
Tetapi Suara Suara Tersebutlah yang Membuat Warga Kampung Ulu Selalu Siaga di Malam Hari, dikarenakan Suara itu Menandakan Bahwa Ada Orang yang Masuk di Kawasan Mereka.

Saya Sendiri Tidak Tahu Persis Berapa Umur Jerambah Ulu tersebut dan Kapan di Bangun, Karena Saya Tidak Mencari Referensi Ke Siapapun.
Oh ya.. Sedikit Menambahkan, Kalau Dulu Pergi ke Sekolah Dengan Berjalan Kaki Tidak Seperti Sekarang yang Diantar Jemput Dengan Kendaraan.

"Jerambah Kampung Ulu Jerambah Kenangan"

Muntok, 12.01.2022

WarKop Bang Bujang, Warung Kopi Semua Kalangan

Penulis. Bambang Prayudi  (Yudi Kato)

Sambil menikmati cita rasa dan aroma kopi, Saya Terpikir untuk membuat tulisan ini di Blog Saya.
                                  

Kopi Menjadi Minuman Favorit Berbagai Lapisan Masyarakat, Bahkan Mulai Menjadi Gaya Hidup. Kopi Juga Menjadi Lahan Bisnis yang Menjanjikan.

Dulu Warung Kopi Identik Orang Orang Paruh Baya dan Tua, Sekarang Sudah digandrungi Anak Muda Mulai dari Usia Remaja Baik Laki Laki dan Perempuan, Suka Menikmati Kopi.
                              

Di Kota Muntok Bangka Barat Tepatnya di Jalan Raya Tanjung Kalian Warung Kopi Bang Bujang Berdiri Sejak Tahun 2011 Hingga Sekarang.
Bang Bujang Sendiri Sebenarnya Dari Tahun 1987 Sudah Menjadi Peracik Kopi Klasik Kota Muntok, istilah Jaman Now BARISTA.
Tetapi Pada Saat itu Bang Bujang Masih Bekerja di Warung Kopi Orang Lain Selama 3 Tahun. Barulah Kemudian di Tahun 1990 Bang Bujang Membuka Usaha Warung Kopi Sendiri di Kawasan Terminal Bis Lama Kota Muntok, Tepat di Depan Masjid Jamik Muntok.

Di Tahun 2010 Terjadi Pelebaraan Area Terminal Sehingga Membuat Bang Bujang Harus Mengalihkan Usaha Warung Kopinya di Rumah Tinggalnya Sendiri Jalan Raya Tanjung Kalian atau Kampung Baru Muntok.
Rumah Tinggal Tersebut Masih Bergaya Kuno dengan Susunan Papan yang Berdiri Sehingga Gaya Klasik Sangat Menonjol di Rumah tersebut.

Warung Kopi Bang Bujang Terbagi Menjadi Dua Tempat, Satu di Dalam dan Satunya Lagi di Bagian Luar atau Teras.
Meja Meja Bundar dan Kursi Plastik Berada di Bagian Dalam, Sedangkan di Bagian Luar Meja Panjang dan Kursi Panjang yang Terbuat dari Kayu.

Kembali ke Kisah Kopi Lagi.. di Tengah Perkembangan Industri Kopi yang Melesat, Kopi Klasik Bang Bujang Tetap Memiliki Ruang Spesial di Hati Para Penikmat Kopi Sejati. Warung Kopi Bang Bujang Tetap Menyajikan Kopi Klasik Tidak Menyajikan Kopi-Kopi dengan Varian Rasa Kekinian.

Keberadaan Warung kopi Bang Bujang Tidak Sekedar Menjadi Tempat Berkumpul dan Menyeruput Kopi dan Menikmati Kue-Kue Khas Muntok Saja, Tetapi Warung Kopi Bang Bujang Telah Menjadi Tempat yang Strategis Dalam Interaksi Sosial. Dimana ide dan Gagasan Terjalin, Bahkan Setiap Tetesan Kopi Menghantarkan Para Penikmat Kopi Pada Rasa dan Aroma yang Khas. Terkadang ide dan Gagasan Muncul Serta Bertransformasi Menjadi Pikiran-Pikiran Segar, Revolusioner dan Bahkan Melampui Zaman.
                              

Warung Kopi Bang Bujang Telah Menjadi Langganan Semua Kalangan Mulai Dari Pejabat Daerah, Pejabat TNI, Pejabat Polri, Wartawan, Politikus Hingga Pengusaha Bahkan Wiraswasta Kecil Lainnya.
Warung Kopi Bang Bujang Bukan Sekedar Untuk Menikmati Secangkir Kopi, Tetapi Menjadi Tempat Terjadinya Pertukaran Pikiran, Ide dan Gagasan Secara Dinamis-Progresif untuk Mereka.
               

Jika Anda Berkunjung Ke Kota Muntok Bangka Barat Prop. Bangka Belitung Jangan Lupa Mampir dan Menyempatkan Diri Menikmati Kopi Klasik Racikan Bang Bujang.

Muntok, 12.01.2022



Senin, 10 Januari 2022

RADJI Beach Pantai Sejarah Bangka Barat Yang Mendunia & Terlupakan

Ditulis Oleh: BAMBANG PRAYUDI Dari Berbagai Sumber


RADJI Beach atau Masyarakat Sekitar Lebih Mengenalnya Dengan Nama Pantai Teluk Inggris adalah Sebuah Pantai yang Indah Terletak di Ujung Paling Barat Pulau Bangka, Tepat di Kota Muntok ibukota Kabupaten Bangka Barat.

DiBalik Keindahan Pemandangan Pantai dan Laut Radji Tersimpan Sejarah yang sudah Mendunia di Masa Perang Dunia ke II, Bahkan Dr.Ian W. Shaw Penulis Buku asal Australia telah Menulis Buku “The Story of the Australian Nurses after the Fall of Singapore on Radji Beach” (On Radji Beach).

Pantai Radji di Muntok Bangka Barat Memang Tidak Setenar Pantai Kuta, Tetapi ada Potongan Sejarah yang Membuat Pantai Radji ini Menjadi Terkenal di Dunia karena Merupakan Bagian dari Sejarah Perang Dunia II yang di Dalamnya ada Drama yang Sangat Mengharukan. 

Bagian Penggalan sejarah Tersebut adalah Sejarah Australia yang berkaitan dengan Indonesia. Ketika itu Tanggal 12 February 1942, Singapura Berubah Menjadi Ladang Pembantaian Sehari Setelah Jatuh ke Tangan Pasukan Jepang. Di Tengah Lautan Api di Singapura, Ratusan Orang Berjejal dan Berebut Menaiki Kapal dan Perahu untuk Meninggalkan Singapura. Diantara Kerumunan tersebut Terdapat 65 Perawat Australia yang Meninggalkan Singapura dengan Menggunakan Kapal  SS Vyner Brooke.

Perjalanan ini Segera Berubah Menjadi Perjalanan yang Sangat Menakutkan. Di Perairan Pulau Bangka (Laut Radji) Pasukan Jepang melakukan Pemboman Kapal tersebut dan Berhasil Menenggelamkan Kapal tersebut. Penumpang Kapal yang Berhasil Selamat dan Mendarat di Pantai Radji. Diantara Penumpang Kapal yang Selamat terdapat 22 Perawat Australia yang Terdampar di Pantai Radji dan Memilih untuk Menyerah Kepada Pasukan Jepang dibanding dengan Kelaparan dan Kematian.

                                  


Di lain Pihak Patroli Pasukan Jepang ini Tidak Menerima Penyerahan Diri Para Perawat. Selanjutnya Penumpang Kapal yang Selamat dibagi ke Dalam 3 Kelompok dan dieksekusi. Kelompok Ketiga dimana Perawat Australia Termasuk di Dalamnya disuruh Berlari ke Arah Pantai Sambal dihujani Peluru oleh Tentara Jepang.

Secara Ajaib Terdapat Satu Perawat dan Satu Penumpang Lainnya Pat Kingley Selamat. Perawat yang Selamat Adalah Vivian Bullwinkel yang Dengan Sisa Sisa Semangatnya Masih Dapat Bertahan dan Berlari Masuk ke Dalam Hutan Selama 13 Hari dengan Luka Luka Tembak Pada Tubuhnya Sebelum Menyerahkan Diri Kepada Pasukan Jepang Lainnya di Pusat Penampungan. Vivian Berhasil Bergabung dengan Perawat Lainnya yang Berhasil Selamat dari Kelompok Lainnya di Tempat Penampungan di Muntok atas Bantuan Penduduk Setempat.

Pendaratan di Pantai Radji itu Terjadi Pada Tanggal 16 February 1942. Dalam Pelariannya Vivian Bullwinkel dan Salah Satu Penumpang Kapal yang Selamat dari Penembakan Pasukan Jepang itu Ternyata diselamatkan dan dibantu oleh Para Wanita Penduduk Kampung Setempat untuk Menembus Hutan. Penduduk Setempat Memberikan Air dan Makanan serta Membawa Mereka ke Muntok untuk Selanjutnya Menyerahkan Diri Kepada Pasukan Jepang.

Di Tempat Penampungan, Selanjutnya Para Tawanan Mengalami Situasi yang Sangat Menyedihkan yang didominasi oleh Kelaparan dan Penyakit Selama Lebih dari 3,5 tahun. 24 diantara Perawat Tersebut Berhasil Pulang Kembali ke Australia Setelah Berakhirnya Perang Dunia II.

Dari Sejarah Pantai Radji Tersebut Tentunya Menambah Catatan Sejarah yang Menunjukkan Bahwa People to People Link Antara Indonesia dan Australia Audah Terjadi Sebelum Kemerdekaan Indonesia. Hal ini ditunjukkan Sengan Peran Penduduk Lokal yang Secara Tulus Membantu Perawat Vivian Bullwinkel Sehingga Akhirnya Selamat.

Dilatarbelakangi Kisah Menyedihkan itu, Keluarga dan Anak Cucu 22 Perawat Australia yang Tewas Pada Tragedi itu Datang ke Pulau Bangka Menelusuri Jejak Sejarahnya. Tidak Hanya Pantai Radji, Jejak Sejarah Perang Dunia ke – II yang Melibatkan Warga Australia Juga Tercecer di Beberapa Tempat di Kota Muntok, diantaranya Pantai Tanjung Kalian, Pelabuhan Lama Muntok dan Kampung Keranggan Atas.

Melihat Latar Belakang Sejarahnya, Pantai Radji Menyimpan Potensi yang Besar untuk Mendatangkan Wisatawan Mancanegara.

Menurut Sekretaris 1 Bidang Politik Kedutaan Besar Australia, Matthew Barclay dalam Kunjungannya ke Muntok tanggal 16 Februari 2018 Silam, Warga Australia Telah Melakukan Ritual Peringatan Tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok Sejak Tahun 90-an.

Dia Menegaskan, Hal itu ditandai Dengan Sebuah Monumen di Pantai Tanjung Kalian yang diresmikan Tahun 1993.

Meski Demikian, Jumlah Warga Australia yang Berkunjung ke Bangka Barat Sejak Tahun 2017 Hingga 2019 Tidak Menunjukkan Angka yang Fantastis. Jumlahnya Hanya Berkisar Pada Angka Puluhan Saja.

Padahal Bila Mata Pemerintah Daerah Terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat Jeli, Potensi yang dimiliki Pantai Radji Bisa dioptimalkan Agar Angka Wisatawan Mancanegara yang Berkunjung ke kota Muntok Dapat Terus Meningkat.

                                


Seperti tahun 2020 yang Lalu, Tepatnya Tanggal 14 Februari, Bukan Hanya Warga Australia Saja yang Berkunjung, Tapi Beberapa Negara Lain Seperti Selandia Baru, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Kanada Juga Hadir Dalam Peringatan Tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok, Termasuk Salah Satu Pemeran Tragedi Pantai Radji, Jepang Juga akan Hadir. Kesempatan Pantai Radji untuk Lebih ” Mendunia ” Terbuka Lebar.

Mirisnya, Meskipun Tiap Tahun Menjadi Perhatian Dunia, Pantai Radji Masih Terbengkalai. Akses Jalan Menuju kesana Masih ” Buruk Rupa ” Sehingga Sulit untuk dilalui. Pantai Radji Seolah ” Mutiara Hilang ” yang terlupakan begitu saja.

Pemda Bangka Barat, Terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hanya Menjual produk yang itu itu Saja Tanpa Berani Berinovasi dan Membaca Potensi Lain yang Bisa Mendukung Citra Kota Sejarah yang disematkan Kepada Kota Muntok Tercinta ini. Peran Kepala Daerah Juga Sebenarnya yang diharapkan Dapat Mengangkat Destinasi Wisata Sejarah Pantai Radji Tersebut.

Padahal Potensi itu Ada di Pantai Radji, Sebutir Mutiara yang Menanti untuk digarap Menjadi Sesuatu yang Sangat Berharga, Sebutir Mutiara yang Akan Memalingkan Mata Dunia untuk Melihat Lebih Tajam ke Bumi Sejiran Setason.


sumber.

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/rrnoor/pantai-radji-di-bangka-yang-mendunia_54f9177aa3331112678b4830

https://kabarbangka.com/potensi-pantai-radji-untuk-mendunia-luput-dari-perhatian-disparbud-babar/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bangka_Island_massacre

Gas Melon ohh Gas Melon.. Langka di Kota Mentok

Penulis.  Bambang Prayudi (Calon Anggota DPRD Bangka Barat, Dapil I kecamatan Mentok) Nomor Urut 8 Dari Partai DEMOKRAT Sudah Beberapa Pekan...