Senin, 17 Juli 2023
Ada Apa Dengan Angka 8, si Angka Unik
Jumat, 30 Juni 2023
Dibalik Cerita Pelabuhan Tanjung Ular Mentok
Penulis. BAMBANG PRAYUDI (Yudi Kato). Calon Anggota Legislatif Bangka Barat Dapil I Mentok Dari Partai DEMOKRAT
Saat Saya Menjelaskan Maket Rencana Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Mentok Tahun 2017Walaupun Saya Bukan Siapa Siapa, Setidaknya Saya Pernah Terlibat di Dalam Proses Panjang Tersebut. Dan Saya Sangat Bahagia Akhirnya Kabupaten Bangka Barat Memiliki Pelabuhan Besar. Walaupun Orang Tidak Mengetahui Keterlibatan Saya, Tapi Saya Bersyukur Setidaknya Saya Pernah ikut Membantu Untuk Kemajuan Bangka Barat.
Berawal di Tahun 2013 Saat Bangka Barat Di Pimpin Bupati Ust. Zuhri, Pemerintah Pusat Merencanakan Daerah Tanjung Ular Mentok Bangka Barat untuk DiBangun Pelabuhan Sebagai Pendukung Program Tol Laut di Tahun 2015.
Bupati Bangka Barat Ust. Zuhri Pada Saat itu Menanggapi Sangat Positif Dengan Rencana Tersebut, Dan Beliau Antusias Berharap akan Terbangunnya Pelabuhan Tanjung Ular. Dan Waktu itu SID (Studi Survey Investigasi dan Desain) Pelabuhan Sudah Terlaksana.
Tetapi Entah Mengapa Setelah Sekian Tahun Kabar Program Pemerintah Tersebut Hilang Tanpa Ada Kejelasan.
Sehingga Bergantilah Kepemimpinan Bangka Barat ke Bupati Alm. Parhan Ali Pada Tahun 2016 Dengan Slogan BANGKA BARAT HEBAT 2021. Seiring Berjalannya Waktu, Datanglah Seorang PNS Bangka Barat yang Membidangi Rencana Program Pelabuhan Tanjung Ular Menemui Saya. Dan Memaparkan Tentang Pelabuhan Tanjung Ular Serta Progresnya Setelah Vakum Sekian Lama.
PNS yang Mempunyai Jabatan Kabid Tersebut Sangat Optimis Bahwa Pelabuhan Tanjung Ular Bisa Di Realisasikan, walaupun Banyak Orang dilingkungan Kerjanya Pesimis Karena ini Adalah Pekerjaan Besar yang Akan Melewati Perjalanan Panjang. Dan PNS Tersebut Sangat Berharap Saya Dapat Menyampaikan Dan Berkomunikasi Kepada Bupati Alm. Parhan Ali, Agar Program Pemerintah Pusat tersebut Dapat ditindaklanjuti.
Akhirnya Saya Memberanikan Diri untuk Bertemu dan Berdiskusi Bersama Bupati Alm. Parhan Ali, Singkat Cerita Bertemulah Saya Bupati Alm. Parhan Ali di Ruangan Kerjanya Saat waktu Sudah Petang. Karena Saya Pikir Beliau Sudah Selesai Jam Aktivitasnya.
Pada Saat Bertemu Beliau Langsung Bertanya Ada Keperluan Apa, Saya Bilang Hanya Mau Berdiskusi. Dan Saya Bertanya Tentang Slogan Bangka Barat Hebat 2021, Apa Kira Kira yang Akan Membuat Bangka Barat Hebat di Tahun 2021. Beliau Sempat Tersenyum dan Balik Bertanya, Kalau Menurut Yudi (Sapaan Beliau Memanggil Saya) Apa?
Lalu Saya Mengeluarkan Beberapa Lembar Kertas Dokumen yang isinya Rencana Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Serta Progresnya. Saya pun Melanjutkan Penjelasan Sehingga Sampai Sekarang Tidak Ada Lagi Kelanjutan Cerita Tanjung Ular tersebut.
Beliau Langsung Menatap Saya dan Bertanya, Yudi Dapat Berkas ini Darimana. Saya Bilang Dari Pegawai Dinas Perhubungan. Bupati Alm. Parhan Ali Tertarik untuk Mendengarkan Lebih Lanjut Penjelasan Saya. Dan Saya Meminta ijin Serta Waktu Sebentar untuk Menghubungi PNS Dinas Perhubungan dan Memintanya Datang ke Ruangan Bupati untuk Membawa Laptop serta Berkas Berkas lainnya.
Bupati Alm. Parhan Ali Langsung Melihat Arlojinya, Beliau Mengatakan ini sudah Mau Maghrib. Tapi Saya Bersikeras Meminta Waktu 30 Menit saja. Beliau pun Mengijinkan dan Akan Sholat Maghrib di Ruangan Kerjanya.
Singkat Cerita Datanglah PNS Tersebut Dengan Tergesa-gesa Dengan Wajah agak Pucat karena Tidak Menyangka Akan Segera dipanggil untuk Memaparkan Pelabuhan Tanjung Ular.
Di Ruangan Bupati Hanya Kami Bertiga, Dan Saya pun Membantu PNS tersebut Mempersiapkan Laptopnya untuk disambungkan ke infocus agar Dapat Memaparkan Dengan Jelas
Bupati Alm. Parhan Ali Langsung Meminta Saya Duduk di Sebelahnya untuk Dapat Mendengarkan Penjelasan PNS Tersebut. Setelah PNS Tersebut Selesai Menjelaskan, Bupati Bertanya ke Saya.. Yudi Paham yang dijelaskan itu. Saya Bilang Saya Paham Pak.
Kemudian Beliau Bertanya kepada PNS Tersebut, Apa Lagi yang Harus Dikerjakan. PNS Tersebut Mengatakan, Pelaksanaan Review SID, Pembebasan Lahan dan Penyusunan AMDAL.
Alm. Parhan Ali Bertanya Lagi, Apakah 2021 Bisa Selesai Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Tersebut Setelah Dukumen Dokumen Pendukungnya dilengkapi. PNS Tersebut Menjawab Bisa Pak, Dengan Membentuk Tim Percepatan.
Beliau Langsung Mengatakan Ya Sudah Laksanakan dan Fokuskan. Beliau Balik Menatap Saya dan Mengatakan, Yudi Bantu dan Fokus untuk ini. Saya Jawab Siap Pak.
Singkat Cerita Mulailah Persiapan Persiapan Dokumen Pendukung Untuk ke Kementerian Perhubungan Laut dikejar, Seingat Saya Pertama kali Saya Bergerak Adalah Saya Menemui Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Menyerahkan Dokumen RIP (Rencana Induk Pelabuhan) yang Sudah Lama Tidak Diteruskan dan Harus ditandatangani oleh Gubernur Bangka Belitung. Pada saat itu Gubernur Babel dijabat oleh Bapak Rustam Effendi, dari Mulai Review SID, Pembebasan Lahan serta Penyusunan AMDAL Saya ikut Serta dan Terlibat. Sedangkan Tim Percepatan Saya Sendiri Tidak Mengetahuinya Siapa Siapa Saja dan Apa Kerjanya.
Sampai Akhirnya Bupati Alm. Parhan Ali Berkomunikasi Dengan Pak Ridwan Djamaluddin yang Waktu itu Menduduki Jabatan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Marves untuk Dapat Mendorong di Pusat agar Kegiatan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Dapat ditindaklanjuti.
Dan Secara Perlahan Saya Juga Menghilang dari Keterlibatan Tersebut karena Saya Sudah Tidak ada lagi korelasinya. Seiring Berjalan Waktu Bupati Bangka Barat Alm. Parhan Ali Meninggal Dunia dan Digantikan Oleh Wakilnya Markus.
Tidak Lama Setelah Markus Menjabat Bupati Bangka Barat, Beliau Memanggil Saya dan Bertanya Sudah Sampai Sejauh Mana Dokumen Pelabuhan Tanjung Ular. Karena Bupati Markus Juga Mengetahui Bahwa Saya ada Keterlibatan Dari Awal di Kegiatan Tersebut.
Dan Saya Menjelaskan Sebatas yang Sudah Saya Ketahui, Beliau Berkata Bahwa Kalau Ada Kendala Kendala Harus Segera diselesaikan. Bupati Markus Juga Berkomunikasi intens Dengan Pak Ridwan Djamaluddin untuk Dapat Terus Mendorong Pelabuhan Tanjung Ular agar Dapat dibangun.
Pak Ridwan Djamaluddin Sebagai Orang Mentok Asli juga Tidak Tinggal Diam, Beliau Terus Bergerak di Pusat Hingga Jabatannya Sebagai Dirjen Minerba.
Seiring Berjalannya Waktu Terealisasilah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular, Hingga Beroperasi Sekarang dan Sudah Ada Kapal Kapal yang Sandar. Semoga Dengan Adanya Pelabuhan Tanjung Ular di Kota Mentok ini Kabupaten Bangka Barat Dapat Lebih Maju dan Berkembang serta Dapat Memacu Roda Perekonomian.
itulah Sedikit Cerita yang Saya Alami dan ikut Terlibat, Walaupun Pada Akhirnya Saya Bukan Siapa Siapa. Tetapi Saya ingin Melihat Kota Mentok Bangka Barat ini Menjadi Maju dan Hebat.
BAMBANG PRAYUDI
Jumat, 07 April 2023
Mudik Karena Ingin Jadi Wakil Rakyat??
Penulis. BAMBANG PRAYUDI
Mentok, 7 April 2023,
Tidak Terasa Puasa 2023 Sudah Berjalan Selama Dua Minggu, Walaupun Lebaran Idul Fitri Masih Lama Tetapi Ada Warga Yang Merantau Sudah Mulai Mudik ke Kampung Halaman.
Di Antara Mereka Yang Mudik Ada Juga Beberapa Sahabatku, Yang Aku Kenal Sebagai Perantauan Yang Sudah Sukses.
Saat Aku Berjalan Jalan Di Sore Hari Sambil Membeli Makanan Untuk Berbuka Puasa, Aku Bertemu Salah Satu Sahabat Yang Sudah Duluan Mudik Sebut Saja Namanya Bejo.
“Bejo Apa Kabarmu, Bagaimana Dengan Usahamu Di Kota Besar Sana?” Tanya Aku
“Alhamdulillah Lancar Bro..” Jawab Bejo singkat.
“Mudik untuk Lebaran ya? Dan Ada Rencana Apa Selanjutnya?”
“Iya Bro Dan InsyaAllah Saya akan ikut nyaleg Bro.. Dukung dan Doain ya Bro”
“Pertimbangannya apa?” tanya Aku, Ingin Tahu Apa yang Ingin dicapai Bejo dengan Rencananya Nyaleg.
“Saya Ingin agar Daerah kita ini Maju Bro, Dengan jadi Bagian Dari Mereka yang Mengatur Lalu Lalang Kebijakan Pemerintahan, Saya Akan Lebih Banyak Berbuat untuk Kampung Kita ini Bro”
“Kamu Yakin dengan Rencana dan Pemikiran itu Jo?”
“Yakin… Bro” Jawab Bejo mantab.
“Aku Kok Berpikiran Beda Jo” Jawab Aku Santai
“Maksudnya?”
“Coba Kamu Liat Kimung, Tono dan Udin, Semua Mereka Menjadi Anggota Legislatif Atau Wakil Rakyat. Tetapi Apa Yang Berubah Dengan Kampung ini? Tetap sama, Tidak Ada Perubahan, Sejak Mereka Jadi Anggota Dewan Terhormat, Hingga Mereka Menyelesaikan Tugasnya. Semuanya Tetap Sama. Okelah, Mereka Bukan Dari Kampung ini, Mereka Dari Kampung Sebelah. Tapi Coba Kamu Lihat, Apa yang Sudah Berubah Pada Kampung Mereka. Tidak Ada Perubahan. Tetap sama. Kalaupun Ada Perubahan. Perubahan itu Terjadi Pada Pribadi Kimung, Pribadi Tono dan Pribadi Udin. Mereka Kini Jauh Lebih Kaya, Lebih Terhormat, Jauh Dari Masjid dan Jauh Dari Masyarakat yang Dulu Memilih Mereka. Padahal Ketika Belum Terpilih Dulu, Mereka Dekat Dengan Masyarakat, Dekat Dalam Artian Fisik Mereka dan Dekat Dalam Artian Rezeki yang Mereka Miliki. Tetapi Kini? Iya Seperti yang Aku sebutkan tadi Jo”
“Lalu… Menurut Kamu, Bagaimana Baiknya?”
“Ini Hanya Pandangan Aku Saja Jo, Kalau Keputusan Ada Di Tangan Kamu Sendiri Bejo. Kamu Berbeda dengan Mereka Jo, Secara Materi, Kamu Memiliki Harta yang Jauh diatas Mereka. Pendidikanmu Jauh diatas Mereka, Kamu Memiliki gelar S2, S3 Jadi Apa yang Kamu Cari Dengan Nyaleg? Kalo untuk Harta, Kamu Sudah Punya Segalanya, Kalau Untuk Gengsi Kamu Sekarang Memiliki Gengsi diatas Mereka, Bukan Hanya di Kampung ini, Tetapi Juga di Kota Sana, dimana Kamu Sekarang Tinggal. Kalo untuk Mengabdi Pada Masyarakat Kampung ini, Contoh Ketiga Orang Sebelumnya Sudah Cukup Bagimu Untuk Mengambil Pelajaran Jo.”
“Lalu..” Tanya Bejo
“Kenapa Kamu Gak Langsung Saja Pada Pointnya. Kamu Langsung Majukan Daerah ini Dengan Ilmu dan Hartamu. Kamu Bisa Ajarkan Pemuda-Pemuda Daerah ini Dengan Berbagai Ilmu yang Kamu Miliki, Misalnya Kamu Ajarkan Mereka ilmu Bangunan dan Tekhnik Sipil Atau ilmu Lainnya, Lalu Dengan ilmu yang Telah Kamu Tularkan, Pemuda-Pemuda itu Kamu Ajak Untuk Berkreasi Mandiri Dan Berinovasi Dari Modal yang Kamu Berikan .
“Lalu..” Tanya Bejo Lagi
“Kamu Bisa Ajarkan Kaum Perempuan Berbagai Kerajinan dan Usaha-Usaha Rumahan yang Selama ini Luput Dari Mereka Serta Kamu Bantu Mereka Untuk Market Nantinya. Dengan Tenaga Pengrajin yang Cukup Tersedia dan Pemuda-Pemuda Kampung Kita yang Telah Melek Tekhnologi, Kamu Bisa Alihkan atau Buka Cabang Usahamu yang di Kota ke Daerah Kita. Daerah Kita ini Sarana dan Prasarana Lainnya Sudah Cukup Tersedia, Yang Jadi masalahnya, Kampung Kita ini Belum Ada Motivator, Sekaligus Mereka yang Mau Membimbing Step by Step Masyarakatnya. Aku Yakin Bejo, Semua itu Dapat Kamu Lakukan Tanpa Harus Menjadi Wakil Rakyat.”
“Lalu…” Bejo Bertanya Lagi
Lalu.. Aku Mau Pulang Dulu Jo, Karena Sebentar Lagi Waktu Berbuka Puasa Segera Tiba. Jawabku Sambil Berlalu Pergi Meninggalkan Bejo Dengan Dahi yang Berkerut Ha.. Ha.. Haaa...
Kamis, 16 Maret 2023
Sadis!! Pembunuhan Anak Bawah Umur di Bangka Barat
Sungguh Sadis Dan Keji Apa yang dilakukan oleh Seorang Laki Laki Berumur 17 Tahun (Saya Tidak Menyebutnya Sebagai Anak Laki Laki) karena Bagi Saya Laki Laki Berumur 17 Tahun sudah Tentu Bisa Berpikiran Mana yang Baik dan Buruk.
Dalam Waktu Satu Minggu ini Media Cetak, Online Maupun Medsos di Bangka Barat Maupun Bangka Belitung dipenuhi oleh Pemberitaan Penculikan dan Pembunuhan Bocah Perempuan Umur 8 Tahun. Saya Menilai ini adalah Pembunuhan dengan Cara yang Sadis dan Sangat Keji.
Penculikan dan Pembunuhan Tersebut dilakukan oleh Pelaku Laki Laki 17 Tahun Dengan Cara Mengikat Tangan dan Kaki Tangan Korban. Saat Korban Tidak Berdaya dipukuli Bahkan Sampai Menyayat Tubuh Korban Menggunakan Pisau Cutter.
Beberapa Hari Kemudian Pihak Kepolisian Polres Bangka Barat, Polda Bangka Belitung dan Bareskrim Polri Berhasil Mengungkap dan Menangkap Pelaku di Salah Satu Perumahan Perkebunan Sawit di Bangka Barat.
Saya Secara Pribadi Mengapresiasi Kerja Kepolisian yang Cepat Berhasil Menangkap Pelaku. Bravo Polri
Setelah Membaca Berita dan Mendapatkan Informasi dari Media Saya Mengetahui Ternyata Motif Dari Pembunuhan Tersebut Adalah Pelaku ingin Mendapatkan Uang Senilai 100 juta Dari Keluarga Korban.
Sekarang Pelaku Sudah ditahan di Polres Bangka Barat dan dilakukan Penyidikan Lebih Lanjut untuk Proses Hukum.
Saya Berharap Pelaku Mendapatkan Hukuman yang Setimpal atas Perbuatannya Menghilangkan Nyawa Bocah Perempuan yang Masih Polos dan Tidak Berdosa dengan Cara yang Kejam dan Sadis.
Saya Berpikir Bahwa Pihak Kepolisian juga Harus mengungkap Motif dari Keperluan Uang dari Pelaku sebesar 100 juta Tersebut untuk apa?
Kita Tunggu Bagaimana Keterangan dan Hasil Penyidikan Dari Pihak Kepolisian Selanjutnya.
Untuk Keluarga Korban Semoga Tabah dan ikhlas atas Kejadian yang Terjadi.
Semoga almarhum Hafiza ditempatkan di Surga oleh Allah SWT. Aamiin..
Penulis.
Bambang Prayudi
*Dari Berbagai Sumber
Rabu, 12 Januari 2022
Jerambah Kenangan Kampung Ulu
WarKop Bang Bujang, Warung Kopi Semua Kalangan
Senin, 10 Januari 2022
RADJI Beach Pantai Sejarah Bangka Barat Yang Mendunia & Terlupakan
Ditulis Oleh: BAMBANG PRAYUDI Dari Berbagai Sumber
DiBalik Keindahan Pemandangan Pantai dan Laut Radji Tersimpan Sejarah yang sudah Mendunia di Masa Perang Dunia ke II, Bahkan Dr.Ian W. Shaw Penulis Buku asal Australia telah Menulis Buku “The Story of the Australian Nurses after the Fall of Singapore on Radji Beach” (On Radji Beach).
Pantai Radji di Muntok Bangka Barat Memang Tidak Setenar Pantai Kuta, Tetapi ada Potongan Sejarah yang Membuat Pantai Radji ini Menjadi Terkenal di Dunia karena Merupakan Bagian dari Sejarah Perang Dunia II yang di Dalamnya ada Drama yang Sangat Mengharukan.
Bagian Penggalan sejarah Tersebut adalah Sejarah Australia yang berkaitan dengan Indonesia. Ketika itu Tanggal 12 February 1942, Singapura Berubah Menjadi Ladang Pembantaian Sehari Setelah Jatuh ke Tangan Pasukan Jepang. Di Tengah Lautan Api di Singapura, Ratusan Orang Berjejal dan Berebut Menaiki Kapal dan Perahu untuk Meninggalkan Singapura. Diantara Kerumunan tersebut Terdapat 65 Perawat Australia yang Meninggalkan Singapura dengan Menggunakan Kapal SS Vyner Brooke.
Perjalanan ini Segera Berubah Menjadi Perjalanan yang Sangat Menakutkan. Di Perairan Pulau Bangka (Laut Radji) Pasukan Jepang melakukan Pemboman Kapal tersebut dan Berhasil Menenggelamkan Kapal tersebut. Penumpang Kapal yang Berhasil Selamat dan Mendarat di Pantai Radji. Diantara Penumpang Kapal yang Selamat terdapat 22 Perawat Australia yang Terdampar di Pantai Radji dan Memilih untuk Menyerah Kepada Pasukan Jepang dibanding dengan Kelaparan dan Kematian.
Di lain Pihak Patroli Pasukan Jepang ini Tidak Menerima Penyerahan Diri Para Perawat. Selanjutnya Penumpang Kapal yang Selamat dibagi ke Dalam 3 Kelompok dan dieksekusi. Kelompok Ketiga dimana Perawat Australia Termasuk di Dalamnya disuruh Berlari ke Arah Pantai Sambal dihujani Peluru oleh Tentara Jepang.
Secara Ajaib Terdapat Satu Perawat dan Satu Penumpang Lainnya Pat Kingley Selamat. Perawat yang Selamat Adalah Vivian Bullwinkel yang Dengan Sisa Sisa Semangatnya Masih Dapat Bertahan dan Berlari Masuk ke Dalam Hutan Selama 13 Hari dengan Luka Luka Tembak Pada Tubuhnya Sebelum Menyerahkan Diri Kepada Pasukan Jepang Lainnya di Pusat Penampungan. Vivian Berhasil Bergabung dengan Perawat Lainnya yang Berhasil Selamat dari Kelompok Lainnya di Tempat Penampungan di Muntok atas Bantuan Penduduk Setempat.
Pendaratan di Pantai Radji itu Terjadi Pada Tanggal 16 February 1942. Dalam Pelariannya Vivian Bullwinkel dan Salah Satu Penumpang Kapal yang Selamat dari Penembakan Pasukan Jepang itu Ternyata diselamatkan dan dibantu oleh Para Wanita Penduduk Kampung Setempat untuk Menembus Hutan. Penduduk Setempat Memberikan Air dan Makanan serta Membawa Mereka ke Muntok untuk Selanjutnya Menyerahkan Diri Kepada Pasukan Jepang.
Di Tempat Penampungan, Selanjutnya Para Tawanan Mengalami Situasi yang Sangat Menyedihkan yang didominasi oleh Kelaparan dan Penyakit Selama Lebih dari 3,5 tahun. 24 diantara Perawat Tersebut Berhasil Pulang Kembali ke Australia Setelah Berakhirnya Perang Dunia II.
Dari Sejarah Pantai Radji Tersebut Tentunya Menambah Catatan Sejarah yang Menunjukkan Bahwa People to People Link Antara Indonesia dan Australia Audah Terjadi Sebelum Kemerdekaan Indonesia. Hal ini ditunjukkan Sengan Peran Penduduk Lokal yang Secara Tulus Membantu Perawat Vivian Bullwinkel Sehingga Akhirnya Selamat.
Dilatarbelakangi Kisah Menyedihkan itu, Keluarga dan Anak Cucu 22 Perawat Australia yang Tewas Pada Tragedi itu Datang ke Pulau Bangka Menelusuri Jejak Sejarahnya. Tidak Hanya Pantai Radji, Jejak Sejarah Perang Dunia ke – II yang Melibatkan Warga Australia Juga Tercecer di Beberapa Tempat di Kota Muntok, diantaranya Pantai Tanjung Kalian, Pelabuhan Lama Muntok dan Kampung Keranggan Atas.
Melihat Latar Belakang Sejarahnya, Pantai Radji Menyimpan Potensi yang Besar untuk Mendatangkan Wisatawan Mancanegara.
Menurut Sekretaris 1 Bidang Politik Kedutaan Besar Australia, Matthew Barclay dalam Kunjungannya ke Muntok tanggal 16 Februari 2018 Silam, Warga Australia Telah Melakukan Ritual Peringatan Tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok Sejak Tahun 90-an.
Dia Menegaskan, Hal itu ditandai Dengan Sebuah Monumen di Pantai Tanjung Kalian yang diresmikan Tahun 1993.
Meski Demikian, Jumlah Warga Australia yang Berkunjung ke Bangka Barat Sejak Tahun 2017 Hingga 2019 Tidak Menunjukkan Angka yang Fantastis. Jumlahnya Hanya Berkisar Pada Angka Puluhan Saja.
Padahal Bila Mata Pemerintah Daerah Terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat Jeli, Potensi yang dimiliki Pantai Radji Bisa dioptimalkan Agar Angka Wisatawan Mancanegara yang Berkunjung ke kota Muntok Dapat Terus Meningkat.
Seperti tahun 2020 yang Lalu, Tepatnya Tanggal 14 Februari, Bukan Hanya Warga Australia Saja yang Berkunjung, Tapi Beberapa Negara Lain Seperti Selandia Baru, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Kanada Juga Hadir Dalam Peringatan Tragedi Perang Dunia ke – II di kota Muntok, Termasuk Salah Satu Pemeran Tragedi Pantai Radji, Jepang Juga akan Hadir. Kesempatan Pantai Radji untuk Lebih ” Mendunia ” Terbuka Lebar.
Mirisnya, Meskipun Tiap Tahun Menjadi Perhatian Dunia, Pantai Radji Masih Terbengkalai. Akses Jalan Menuju kesana Masih ” Buruk Rupa ” Sehingga Sulit untuk dilalui. Pantai Radji Seolah ” Mutiara Hilang ” yang terlupakan begitu saja.
Pemda Bangka Barat, Terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hanya Menjual produk yang itu itu Saja Tanpa Berani Berinovasi dan Membaca Potensi Lain yang Bisa Mendukung Citra Kota Sejarah yang disematkan Kepada Kota Muntok Tercinta ini. Peran Kepala Daerah Juga Sebenarnya yang diharapkan Dapat Mengangkat Destinasi Wisata Sejarah Pantai Radji Tersebut.
Padahal Potensi itu Ada di Pantai Radji, Sebutir Mutiara yang Menanti untuk digarap Menjadi Sesuatu yang Sangat Berharga, Sebutir Mutiara yang Akan Memalingkan Mata Dunia untuk Melihat Lebih Tajam ke Bumi Sejiran Setason.
sumber.
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/rrnoor/pantai-radji-di-bangka-yang-mendunia_54f9177aa3331112678b4830
https://kabarbangka.com/potensi-pantai-radji-untuk-mendunia-luput-dari-perhatian-disparbud-babar/
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bangka_Island_massacre
Gas Melon ohh Gas Melon.. Langka di Kota Mentok
Penulis. Bambang Prayudi (Calon Anggota DPRD Bangka Barat, Dapil I kecamatan Mentok) Nomor Urut 8 Dari Partai DEMOKRAT Sudah Beberapa Pekan...
-
Ditulis Oleh: BAMBANG PRAYUDI Dari Berbagai Sumber RADJI Beach atau Masyarakat Sekitar Lebih Mengenalnya Dengan Nama Pantai Teluk Inggris ...
-
DKI Jakarta telah Resmi Menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada hari Senin (14/9/20), Penetapan ini dilakukan karena Peningkatan An...
-
Penulis. Bambang Prayudi time.01wib Mentari Senja Perlahan Mulai Melangkah Pergi, ya Pergi untuk Memadamkan Cahay...





.jpeg)
.jpeg)